Naik gunung Prau untuk pertama kali? Jangan sampai keasyikan lihat foto sunrise di Instagram bikin kamu remehkan bahaya sepele. Gue pernah lihat banyak first-timer datang penuh semangat tapi babak belur karena kedinginan. Nah, biar hiking pertamamu nggak jadi cerita horror, ini 7 kesalahan paling umum yang harus kamu hindari.
1. Remehkan Suhu Dingin: Mitos “Gunung Rendah = Hangat”
Prau memang punya ketinggian “hanya” 2.565 mdpl, tapi suhu di malam hari bisa turun drastis hingga 5-10°C. Kalau ditambah angin kencang yang sering mencapai 30-40 km/jam, suhu terasa bisa minus. Baju tipis satu lapis? Bisa-bisa kamu kena hipotermia.
Gue pernah lihat sendiri, ada yang bawa hoodie tebal tapi bahan katun. Begitu keringat basah, dinginnya merasuk ke tulang. Solusinya pakai sistem layering: base layer (bahan quick-dry), insulation (fleece/down jacket), dan shell (raincoat anti-angin).
- Base layer: Hindari katun, pilih polyester atau merino wool
- Insulation: Fleece jacket atau down jacket (packable)
- Shell: Raincoat/windbreaker yang tahan angin dan air
- Ekstra: Sarung tangan, kupluk, dan buff
Warning: Hipotermia bisa datang tanpa pamitan. Gejala awal: menggigil, kulit pucat, koordinasi tubuh terganggu. Kalau temanmu menggigil terus dan berbicara pelan, itu tanda bahaya.
2. Sepatu Salah Kaprah: Sneakers vs. Medan Prau
Jalur Prau dari Dieng (Patak Banteng) memang relative pendek, cuma 2-3 jam. Tapi medannya berbatu, becek, dan licin kalau hujan. Sneakers biasa? Opsi paling cepat bikin kamu tergelincir.
Pilih sepatu hiking dengan sol lug sole dan ankle support. Gue sarankan sepatu dengan rating waterproof minimal, karena dewa gunung Prau suka kasih kejutan hujan di sore hari. Investasi sepatu bagus itu lebih murah dari biaya RS kalau cedera.
3. Bawa Barang Setengah Warung: Nyesel di Tengah Jalan
Packing barang adalah seni. Gue pernah lihat first-timer bawa tas 60L penuh, isinya baju ganti 5 pasang dan perlengkapan foto seberat batu. Hasilnya? Capek di tengah jalan dan akhirnya banyak barang ditinggal di basecamp.
Berat ideal tas untuk hiking 1-2 hari adalah maksimal 10-15% berat badan. Kalau kamu 60kg, jangan lebih dari 9kg. Prioritaskan yang penting-penting saja.
- Baju ganti lebih dari 2 pasang (cukup 1 untuk ganti, 1 untuk hangat)
- Laptop (seriously? Ini hiking, bukan coworking)
- Bantal travel (pakai jaket saja atau baju cadangan)
- Segala macam lensa kamera (bawa satu lensa saja, nikmati momen)
4. Skip Olahraga: Kaget Setengah Mati
Banyak yang bilang Prau itu “gunung untuk pemula”. Memang benar, tapi bukan berarti tanpa persiapan fisik. Ketinggiannya 2.565 mdpl dengan elevation gain sekitar 400 meter dari basecamp.
Gue sarankan latihan minimal 2-3 minggu sebelumnya. Cukup jogging 30 menit, 3 kali seminggu, atau naik turun tangga gedung. Ini bukan soal kuat atau nggak, tapi biar kamu nggak kaget setengah mati dan bisa enjoy pemandangan.

5. Skip Cek Cuaca: Kaget Hujan atau Kabut Tebal
Cuaca di Prau itu bisa berubah dalam hitungan jam. Pagi cerah, siang mendung, sore hujan. Gue pernah ngalamin sendiri, pas sampai puncak kabut tebal banget, visibilitas cuma 5 meter. Sunrise? Lihat aja di Google.
Selalu cek prakiraan cuaca dari BMKG dan grup pendaki terbaru. Hindari musim hujan (November-Maret) kalau ini pertama kali. Kalau cuaca nggak mendukung, jangan ngotot untuk summit. Gunung nggak kemana-mana.
6. Lupa Bawa Alat Penting: Headlamp adalah Nyawa
Headlamp adalah nyawa kalau kamu mau sunrise hunting. Jalur dark trek dari basecamp ke puncak butuh penerangan. Gue pernah lihat yang cuma pake senter handphone, hasilnya tersandung batu dan jatuh.
Ini checklist barang wajib yang sering terlupakan:
- Headlamp + baterai cadangan (bukan senter handphone!)
- Raincoat (bukan payung, payung bikin kamu jadi layang-layang)
- Air minum minimal 2 liter per hari
- P3K pribadi (termasuk obat pribadi)
- Whistle dan multi-tool untuk emergency
7. Kaget dengan Toilet: Ekspektasi vs. Realita
Toilet di basecamp Prau? Bisa jadi mimpi buruk pertamamu. Biasanya kotor, bau, dan nggak ada air. Gue pernah masuk toilet yang cuma lubang di tanah plus ember kecil. Ekspektasi vs realita beda tipis.
Solusi: bawa wet wipes, hand sanitizer, tissue dalam jumlah banyak, dan mindset kuat. Atau kalau mau lebih nyaman, siapkan uang untuk sewa toilet di warung terdekat (kalau ada). Saran gue: do your business sebelum trek, kalau bisa.
Pro tip: Toilet di pos-pos pendakian sangat terbatas. Bawa kantong plastik untuk emergency waste dan jaga kebersihan. Leave no trace itu bukan hanya slogan, tapi tanggung jawab.

Mount Prau memang ramah pemula, tapi bukan berarti bisa datang tanpa persiapan. Hindari 7 kesalahan di atas dan kamu akan dapat pengalaman yang memorable. Ingat, safety first, sunrise second. Selamat mendaki dan jangan lupa ceritakan pengalamanmu!



