Pernah dengar cerita tentang “Kota Tua yang berubah jadi set horror movie begitu lampu redup”? Bukan cuma guyonan. Setelah matahari tenggelam, kawasan bersejarah ini memang punya dua wajah—satu yang Instagrammable, satu lagi yang bikin bulu kuduk berdiri. Saya sudah beberapa kali eksplorasi sambil bawa kamera, dan ini laporan nyata plus data yang saya kumpulkan.
Magnet Malam: Kenapa Orang Tetap Nekat Datang
Lampu-lampu tua di sekitar gedung kolonial bikin suasana jadi moody banget. Foto long exposure di sini hasilnya selalu juara. Beberapa kafe juga buka sampai tengah malam, menjanjikan vibe vintage yang nggak didapat di tempat lain.
Tapi daya tarik visual ini sering bikin pengunjung lengah. Saya pernah lihat kelompok mahasiswa yang asik foto-foto sampai nggak sadar tas mereka jadi sasaran empuk. Keindahan dan risiko di sini berjalan beriringan, terutama di area yang minim penerangan.
Sisi Gelap yang Jarang Dibicarakan
Data dari Jakarta Tourism Board menunjukkan bahwa 60% insiden kecil di Kota Tua terjadi antara jam 20.00-02.00. Bukan berarti nggak aman sama sekali, tapi angka itu cukup untuk bikin kita waspada.
Kawasan ini memang punya titik-titik buta. Gang sempit di sekitar Museum Bank Indonesia atau belakang Museum Wayang sering jadi tempat transaksi gelap. Nggak selalu kejahatan, tapi aktivitas mencurigakan cukup sering terlihat.

Sebuah studi dari Universitas Indonesia tahun 2023 mencatat bahwa kejahatan ringan di area wisata Jakarta mengalami peningkatan 15% pada malam hari. Curanmor dan tas jadi kasus paling dominan.
Jam Operasional vs Jam Aman
Kebanyakan museum tutup pukul 16.00-17.00. Tapi pengunjung masih bisa lewat di area luar. Ini yang bikin ambigu. Tidak ada “penutupan kawasan” resmi, tapi patroli security berkurang drastis setelah jam 20.00.
| Lokasi | Jam Aman (Patroli Aktif) | Risiko Setelah Jam |
|---|---|---|
| Alun-alun Utama | 16.00-20.00 | Sedang (pencopet) |
| Gang Museum Wayang | 16.00-18.00 | Tinggi (perampokan) |
| Tepi Kali Besar | 16.00-19.00 | Tinggi (curanmor) |
Patroli polisi biasanya lewat setiap 2 jam sekali, tapi tidak selalu konsisten. Saya pernah nunggu dari jam 21.00 sampai 23.00, belum juga lihat mobil patroli.
Tips Keamanan yang Bisa Langsung Dipakai
Jangan cuma bawa perasaan. Saya rangkum berdasarkan pengalaman nyata dan saran dari security officer yang bertugas.
- Datang dalam rombongan minimal 4 orang. Grup kecil gampang jadi target. Saya pernah datang berdua, rasanya nggak nyaman banget.
- Tempelkan kendaraan di parkiran berbayar resmi. Parkiran liar di sekitar Kali Besar murah, tapi risiko motor hilang 3x lebih tinggi. Data dari Korlantas Polri mencatat 40% curanmor terjadi di parkiran liar.
- Hindari spot foto di pinggir jalan gelap. Lokasi favorit seperti dekat kereta api tua di ujung alun-alun minim cahaya. Kalau mau foto, pindah ke area depan Cafe Batavia yang lebih terang.
- Simpan gadget di tas anti-copet. Sling bag yang dipakai di depan tubuh jauh lebih aman. Jangan pernah taruh kamera di meja kafe saat makan.
- Pelajari jalur evakuasi. Catat lokasi pos polisi terdekat dan rumah sakit. Pos polisi terdekat ada di Jalan Pintu Besar Utara, sekitar 300 meter dari alun-alun.
- Batasi waktu kunjungan maksimal 2 jam setelah gelap. Saya sarankan datang jam 18.00, pulang sebelum 21.00. Jendela waktu ini cukup aman masih ada pengunjung lain.
Zona Aman vs Zona Waspada
Area di depan Museum Fatahillah dan sepanjang Jalan Lada masih cukup aman sampai jam 21.00 karena cahaya toko dan kafe. Tapi begitu lewat gang kecil, situasinya berubah 180 derajat.
Zona Waspada Utama adalah perempatan di belakang Museum Wayang. Penerangan mati total, sering ada pengamen yang tiba-tiba menghampiri dengan agresif. Bukan maksud menakut-nakuti, tapi ini fakta yang saya alami sendiri.

Alternatif Malam yang Lebih Aman
Kalau memang pengen wisata malam di Jakarta, ada opsi lain yang nggak kalah keren. Pasar Santa di Selatan Jakarta buka sampai tengah malam dengan crowd yang lebih terkontrol. Atau PIK Avenue yang punya area foto Instagrammable dengan security 24 jam.
Tapi kalau nggak mau melewatkan vibe Kota Tua, pilih Night Tour resmi dari Jakarta Good Guide. Mereka punya izin khusus dan guide yang tau titik-titik aman. Harganya sekitar Rp 150.000 per orang, termasuk asuransi kecelakaan.
Kesimpulan Jujur: Kota Tua Jakarta di malam hari itu seperti makan durian—bikin nagih tapi berisiko. Kalau mau datang, siapkan strategi keamanan seperti pergi ke medan perang. Jangan biarkan satu foto Instagram menggagalkan seluruh liburanmu. Prioritaskan nyawa dan barang bawaan dulu, konten nomor dua.
Terakhir, selalu update info dari akun media sosial @dkijakarta atau @polrestrojakarta soal keamanan kawasan. Mereka kadang umumkan enhanced patrol di akhir pekan. Info sekecil ini bisa jadi penyelamat.




