Mencari destinasi wisata yang benar-benar ramah kursi roda di Lembang itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Banyak yang bilang “bisa”, tapi kenyataannya? Sepanjas. Farmhouse Lembang jadi salah satu pilihan yang paling sering muncul, dan saya akhirnya memutuskan cek langsung bareng ibu saya yang pakai kursi roda manual. Ini lapangan langsungnya, tanpa basa-basi.

Kesan Pertama: Bisa Dikunjungi, Tapi Butuh Strategi

Kalau kamu harapkan aksesibel 100% kayak mall modern, ya belum. Tapi kalau dibandingkan tempat wisata Lembang lainnya, Farmhouse masih salah satu yang paling “manageable”. Bedanya, kamu harus tahu jalur mana yang aman, jam berapa yang paling ideal, dan fasilitas apa yang beneran bisa dipakai. Tanpa persiapan, ibu saya nyaris stuck di tanjakan European Village.

Fasilitas Aksesibel: Mana yang Bisa, Mana yang Cuma Bisa Setengah

Parkir: Dekat Tapi Nggak Selalu Ada Slot

Area parkir utama punya 3-4 slot khusus difabel yang letaknya paling dekat dengan pintu masuk. Jaraknya cuma sekitar 20 meter. Masalahnya? Sering penuh dipakai mobil tanpa sticker. Weekend bisa 90% terisi abu-abu. Solusinya: datang sebelum jam 8 pagi atau pas weekday. Kalau nekat sore, siap-siap parkir di area atas, jarak jalan 50 meter lebih dengan tanjakan 10-12 derajat.

Toilet: Terbatas dan Jauh

Hanya ada 1 toilet khusus difabel yang memadai, tepat di sebelah kiri entrance. Ukuran cukup untuk kursi roda manual, tapi agak sempit kalau yang listrik. Handle di dinding kuat, tapi lantai kadang basah karena banyak pengunjung. Toilet di area dalam? Lupakan. Semua toilet umum di Farm Zone dan European Village cuma pintu sempit dan tangga masuk. Ibu saya harus kembali ke entrance cuma buat pipis. Jaraknya sekitar 200 meter dari ujung area.

Baca:  Jatim Park 1, 2, Atau 3: Panduan Memilih Sesuai Umur Anak Dan Minat

Jalur Utama: Aspal dan Bata, Tapi…

Jalur dari entrance menuju European Village dilapis aspal mulus lebar 3 meter, aman untuk kursi roda. Setelah itu, mulai berantakan. Area European Village pakai paving block yang nggak rata, beberapa sudah ambrol. Jalur menuju Farm Zone? Campuran paving dan tanah keras, tapi ada tanjakan curam 15 derajat sepanjang 30 meter. Kursi roda manual? Butuh 2 orang dorong. Listrik? Pastikan baterai penuh.

Medan Jalan: Zona Per Zona

European Village: Instagramable Tapi Berbahaya

Area foto-foto dengan bangunan kayu ini paling ramai. Jalur utama cukup lebar, tapi banyak tanjakan pendek tapi curam di depan setiap bangunan. Kemiringan rata-rata 12-15 derajat, panjang 5-10 meter. Kursi roda manual harus didorong mundur buat aman. Tangga di sini-situ, tapi ada jalur alternatif berupa tanjakan. Sayangnya, tanjakan itu kadang licin pas hujan.

Farm Zone: Santai Tapi Perlu Perjuangan

Tempatnya lebih terbuka, jalur utamanya tanah keras yang cukup rata. Tapi untuk masuk ke area kandang domba dan kelinci, harus melewati tanjakan tanpa rail. Kemiringan sekitar 10 derajat, permukaan gravel halus yang bikin roda tergelincir. Kursi roda listrik dengan ban tebal masih bisa, manual? Hati-hati ban belakang terangkat. Area taman di sini paling aman buat duduk santai.

Food Court: Aksesibel Paling Baik

Area makan di lantai 2, tapi punya ramp beton lebar 2 meter dengan landai 8 derajat. Cukup aman buat kursi roda, tapi butuh tenaga ekstra kalau manual. Tempat duduk di food court padat, tapi ada 2 meja di pojok yang space-nya cukup buat kursi roda. Pintu masuk otomatis? Sayangnya nggak ada.

Aktivitas yang Bisa Dinikmati Lansia di Kursi Roda

Nggak semua atraksi bisa diakses, tapi cukup buat puas:

  • Foto di area teras European Village: Jalur aspal depan bangunan bisa, tapi nggak bisa naik ke teras kayu. View tetap bagus dari bawah.
  • Interaksi dengan hewan di Farm Zone: Cuma dari jarak jauh di luar pagar. Nggak bisa masuk ke kandang karena pintu sempit dan tanjakan.
  • Makan di food court: Menu lokal seperti bakso dan sate maranggi empuk, cocok buat lansia. Harga mulai Rp 25.000.
  • Duduk di taman: Ada beberapa bench di area Farm Zone yang bisa dijangkau, tapi tanpa payung. Bawa payung lipat sendiri.
  • Belanja souvenir: Toko di dekat entrance cukup lebar untuk kursi roda, tapi raknya rapat. Minta bantuan staf aja.
Baca:  Review Taman Safari Bogor: Tips Masuk Tanpa Antre Panjang Saat Weekend

Tiket & Waktu Terbaik: Data Konkret

Tipe TiketWeekdayWeekendKeterangan
Tiket MasukRp 30.000Rp 50.000Termasuk welcome drink
Shuttle InternalRp 10.000Rp 15.000Naik turun bebas, kursi roda bisa naik
Total EstimasiRp 40.000/orangRp 65.000/orangBelum termasuk makan

Waktu terbaik: Selasa-Kamis, datang jam 7.30-9.00 pagi. Udara sejuk, cahaya foto bagus, dan masih sepi. Hindari Jumat sore sampai Minggu. Antrean shuttle bisa 30 menit dan jalur penuh.

Tips Praktis: Checklist Sebelum Berangkat

  1. Bawa selimut tipis: Suhu di Lembang bisa turun drastis siang-siang, apalagi buat lansia. Farmhouse nggak banyak area indoor hangat.
  2. Pakai ban kursi roda tebal: Kalau manual, ban tebal bantu lewati paving nggak rata. Kalau listrik, pastikan baterai 100%.
  3. Sewa shuttle di entrance: Ini penting. Shuttle-nya mini bus tanpa lift, tapi supir biasanya bantu angkat kursi roda. Hemat energi buat area utama.
  4. Bawa obat dan snack: Area duduk nyaman terbatas. Kalau lansia butuh istirahat lama, bawa bekal supaya nggak terpaksa makan di food court yang ramai.
  5. Pakai alas kaki anti-slip: Buat yang bisa jalan sebentar, jalur aspal kadang licin embun. Sandal gunung lebih aman.

Warning: Shuttle internal beroperasi sampai jam 5 sore. Kalau lewat jam itu, kamu harus dorong kursi roda naik ke parkir sendiri dengan tanjakan 12 derajat. Ibu saya nyaris nggak kuat dorongnya.

Kesimpulan: Rekomendasi dengan Catatan

Farmhouse Lembang layak dikunjungi lansia dengan kursi roda, tapi bukan untuk semua kondisi. Kursi roda manual butuh minimal 1 pendamping fit. Kursi roda listrik? Pastikan baterai kuat dan ban tebal. Destinasi ini paling cocok buat lansia yang masih punya stamina cukup dan keluarga yang siap bantu aktif.

Kelebihan: View bagus, udara segar, tiket relatif murah. Kekurangan: Fasilitas difabel terbatas, medan tantangan tinggi di beberapa titik, dan toilet hanya 1. Kalau kamu cari tempat wisata Lembang yang lebih aman, pertimbangan ke Dusun Bambu atau Floating Market yang jalurnya lebih datar.

Tapi kalau tetap mau coba Farmhouse? Datang pagi, naik shuttle, dan fokus di area food court sama Farm Zone. Puas kok, asal nggak terlalu ambisious mau keliling semua spot foto. Kadang puas itu sederhana: udara dingin, pemandangan hijau, dan anak cucu yang bisa makan bareng. Yang penting, ibu saya senang. Itu sudah cukup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Taman Mini (Tmii) Wajah Baru: Apa Saja Yang Berubah Dan Harga Tiket Masuk

Kalau denger nama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pikiran gue langsung melayang…

Waterbom Bali Vs Atlantis Ancol: Duel Wahana Air Terbaik, Siapa Menang?

Pilihan klasik buat traveler Indonesia: Waterbom Bali atau Atlantis Ancol? Kalau kamu…