“Dingin banget nggak sih?” Itu pertanyaan pertama yang muncul di kepala semua orang begitu liat foto-foto tenda di tepi danau Situ Patenggang. Aku ngerti banget rasa khawatirnya. Bayarin mahal-mahal buat glamping tapi malah gak bisa tidur geding. Tenang, aku udah nyobain langsung dan punya jawaban jelas: iya dingin, tapi justru itu bagian dari terapinya.

Mengupas Tuntas Soal Suhu: Seberapa Dingin Sih?

Lokasi Glamping Lakeside Rancabali ada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Angka ini krusial karena jadi penentu suhu. Siang hari bisa mencapai 24-26°C, terasa hangat bahkan agak gerah kalau lagi jemur.

Tapi begitu matahari muluk di balik bukit, suhu turun drastis. Gue pernah ngukur pakai termometer travel sendiri. Hasilnya bikin bulu kuduk serentak.

WaktuSuhu Rata-rataSensasi
15.00 – 18.0020-22°CSejuk, masih nyaman pakai kaos
19.00 – 23.0015-18°CDingin, wajib jaket tebal
00.00 – 06.0010-13°CDinginnya menusuk tulang

Jam 3 pagi bisa 12°C atau bahkan di bawahnya kalau lagi hujan. Tapi inget, ini dalam tenda yang proper. Jadi ya, dingin yang menggigit, tapi bukan yang bikin nggak bisa tidur—asal lo siap.

Tenda dan Fasilitas: Kenyamanan vs Ekspetasi

Jangan bayangin glamping di sini kayak hotel bintang lima berbentuk tenda. Konsepnya lebih ke comfortable camping daripada luxury resort. Gue coba tipe Deluxe Lake View.

Baca:  Review The Langham Jakarta: Bedanya Kamar Deluxe vs Suite, View Mana yang Dapat City Light?

Tipe Tenda yang Gue Cobain

Ukuran tenda 4×4 meter, cukup luas buat dua orang. Ada ranjang queen size beneran, bukan kasur lipat. Tapi lantainya masih karpet plastik, dinding tenda tipis banget. Angin dari danau itu nyelip sana-sini.

Fasilitas dasar disediain: sleeping bag, dua selimut tebal, bantal, dan lampu tenda. Toilet umumnya bersih tapi jauh, sekitar 50 meter dari tenda. Bayarin jalan-jalan malem butuh headlamp. Mandi air dingin? Ya, gak ada air panas. Ini deal breaker buat beberapa orang.

Vibe Healing: Apa yang Bikin Tempat Ini Istimewa?

Ini dia inti dari glamping di sini. Pagi-pagi buta, lo bakal dibangunin suara burung ruak-ruak dan embun jatuh di atas tenda. Buka zipper, danau Situ Patenggang ada di depan mata. Kadang diselimuti kabut tipis, kadang cermin sempurna.

Sepi. Jarang ada suara motor. Hanya suara ombak kecil dan angin. Malam hari, api unggun jadi pusat perhatian semua tamu. Bisa kayak gini, tapi kalau lo tipe yang butuh WiFi kencang dan streaming Netflix, mungkin bakal kesel. Sinyal di sini sketchy banget.

Kegiatan? Bisa sewa perahu dayung, jalan keliling perbukitan, atau cuma duduk di kursi pantai sambil baca buku. Healing di sini datang dari ketiadaan, bukan dari fasilitas mewah.

Glamping Lakeside Rancabali itu bukan untuk semua orang. Kalau lo nyari ketenangan, gak masalah mandi air dingin, dan siap baju tebal, ini surganya healing yang murah meriah. Kalau lo butuh hangat-hangat kuku hotel bintang lima, skip aja.

Practical Guide: Booking, Akses, dan Budget

Cara Booking dan Harga

Booking paling gampang lewat WhatsApp admin resmi. Cari Instagram @glampinglakesiderancabali. Harga mulai dari Rp 800.000 per malam untuk tipe standar, sampe Rp 2.000.000+ untuk tipe family dengan fasilitas lebih. Weekend dan long weekend naik 30-50%.

Baca:  Review Candi Borobudur Naik Ke Atas: Cara Daftar Tiket Dan Aturan Sandal Upanat

Bayar DP 50% buat lock tanggal. Cancel? Biasanya gak bisa refund DP. Jadi pastiin jadwal lo bener-bener fix.

Akses dan Transportasi

Dari Bandung kota sekitar 50 km, tapi butuh 2-3 jam karena jalannya naik-turun dan sering macet di Ciwidey. Jalur terakhir 3 km jalan tanah berbatu. Mobil sedan bisa, tapi harus pelan-pelan. Gak ada transportasi umum yang sampe langsung ke lokasi. Naik motor atau sewa mobil paling nyaman.

Makanan dan Minuman

Warung makan deket lokasi ada, tapi pilihan terbatas dan tutup jam 9 malam. Harga? Lumayan mahal buat porsi kecil. Rekomendasi gue: bawa bekal. Bawa mie instan, kopi sachet, dan camilan. Tungku api unggun bisa dipake masak air.

Tips Penting: Packing List Anti-Kedinginan

Jangan remehin suhu. Salah bawa pakaian bisa bikin pengalaman jadi nightmare. Ini checklist wajib:

  • Jaket tebal atau parka (bukan hoodie tipis)
  • Pakaian dalam thermal atau long johns
  • Sarung tangan dan kupluk (penting banget buat jam 3 pagi)
  • Termos dan kopi/teh sachet
  • Headlamp senter (jalan ke toilet malem gelap gulita)
  • Powerbank besar (listrik cuma di area umum)
  • Wet wipes dan tisu kering (bisa jadi air mati)
  • Obat-obatan pribadi dan obat masuk angin
  • Makanan camilan tinggi kalori (bikin hangat)
  • Sandal jepit (buat ke toilet)

Terakhir, siapin mental buat digital detox. Sinyal telkomsel aja cuma 1 bar, sering E. Indosat dan XL? Lupa aja. Tapi justru itu yang bikin healing. Gak ada notifikasi ganggu, cuma suara alam dan pikiran lo sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Candi Borobudur Naik Ke Atas: Cara Daftar Tiket Dan Aturan Sandal Upanat

Berdiri di puncak Candi Borobudur saat fajar mulai menyingsing adalah pengalaman yang…

Wisata Kota Tua Jakarta Di Malam Hari: Sisi Gelap Dan Tips Keamanan

Pernah dengar cerita tentang “Kota Tua yang berubah jadi set horror movie…

Review Jujur Heha Sky View Jogja: Cuma Menang View Atau Makanannya Enak?

Pernah nggak sih, kamu ke rooftop cafe dengan ekspektasi tinggi gara-gara view-nya…

Review Desa Wisata Penglipuran Bali: Sebersih Apa Sebenarnya?

Pernah dengar desa di Bali yang katanya super bersih? Sampai-sampai dapet penghargaan…